5 Fakta seks zaman dulu yang jarang diketahui orang, poin terakhir “nendang” banget

Pandakeren.com | Seks adalah hal yang sejak awal ada di dalam kebudayaan manusia. Sekalipun beberapa orang menganggap topik satu ini masih tabu untuk dibicarakan, harus diakui bahwa beberapa fakta seks zaman dulu dan seks di zaman sekarang memiliki kaitan erat satu sama lain.

Seperti halnya teknologi yang mengalami perkembangan, seks pun berevolusi dalam berbagai hal. Sekalipun sama-sama diperlakukan tabu di masanya, nyatanya dokumentasi tentang fakta seks berikut ini tetap menarik untuk disimak.

Berikut 15 fakta seks zaman dulu yang perlu Anda tahu:

1. Dikelitikin supaya bisa bergairah

1. Dikelitikin supaya bisa bergairah

1. Dikelitikin supaya bisa bergairah

Permaisuri Rusia di abad 18 yang bergelar Yang Mulia Catherine punya tradisi unik untuk membuatnya bergairah sebelum berhubungan seks. Dia akan meminta pegawainya untuk menggelitiki kakinya lebih dulu.

Bahkan, para bangsawan seperti Anna Leopoldovna juga punya pegawai khusus yang ditugaskan khusus menggelitiki kakinya. Pekerjaan itu dilakukan untuk membuat mereka jadi lebih menikmati seks dengan suami mereka.

2. Sex toys untuk lelaki

2. Sex toys untuk lelaki

2. Sex toys untuk lelaki

Alat bantu seks untuk lelaki ini terbuat dari bulu mata domba alami. Fungsinya untuk menunda ejakulasi.

Sex toys ini ada sejak Era Jin dan Song di China pada tahun 1200-an. Bulu mata domba pada alat ini dipercaya berkhasiat untuk menstimulasi penis pria.

Wow, gimana ya caranya?

3. Dildo ‘alami’

3. Dildo ‘alami’

3. Dildo ‘alami’

Orang zaman dulu tak perlu koar-koar ‘back to the nature’ untuk dapat memanfaatkan apa yang ada di alam. Mereka bisa memanfaatkan alam sekitarnya untuk apapun.

Di pelajaran sejarah jaman SD, guru sering bilang bahwa di zaman megalithikum, manusia purba menggunakan batu sebagai alat untuk berburu dan meramu.

Namun yang guru sejarah tak katakan pada muridnya adalah ternyata batu pun dimanfaatkan sebagai dildo. Penggunaannya sama seperti dildo di zaman sekarang, yaitu dimasukkan ke dalam vagina untuk kepuasan seksual.

Aduh, ngebayanginnya kok sakit ya…

4. Pesta dan pacaran a la anak muda Eropa jaman dulu

4. Pesta dan pacaran a la anak muda Eropa jaman dulu

4. Pesta dan pacaran a la anak muda Eropa jaman dulu

Di tahun 1920, para anak muda Paris senang sekali datang ke pesta secara sembunyi-sembunyi. Mereka akan menari, berkenalan dengan lawan jenis, berciuman, berpelukan, dan saling menyentuh (petting) tanpa melakukan hubungan seksual.

Buku karya Beatrice Burton ini adalah salah satu fiksi yang mengabadikan gaya hidup anak muda zaman dulu. Termasuk penentangan mereka terhadap tradisi sopan santun a la generasi tua yang dianggap tak asyik oleh anak muda.

5. Pornografi zaman dulu

5. Pornografi zaman dulu

5. Pornografi zaman dulu

Siapa bilang pornografi baru ada di zaman sekarang? Zaman dulu sekitar 100 tahun lalu pun pornografi sudah diproduksi dalam bentuk foto sederhana, lukisan, maupun dalam karya sastra.

Bahkan gambar porno pun didistribusikan secara sembunyi-bunyi lewat kartu pos dan transaksi pribadi. Para artis spesialis gambar porno pun bisa hidup dari menjual karyanya.

Pose pornografinya pun beragam. Tak hanya lelaki dan perempuan, pornografi sesama jenis dengan berbagai pose seks pun laris manis.

Jadi Parents, kalau merasa jaman sekarang lebih gila pornografinya dari jaman dulu, pikir ulang ya. Orang zaman dulu pun banyak yang seperti ini.

Add Comment